Hai Guyzz .

kali ini saiia akan posting tentang status gizi, karena masii banyakk remaja di indonesia belum mengetahui status gizi yangg baik buat remaja.

Status gizi adalah merupakan keadaan kesehatan akibat interaksi antara makanan, tubuh manusia dan lingkungan hidup manusia.

A. Faktor – Faktor yang mempengaruhi Status Gizi:

Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi yaitu tingkat pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan keluarga. Makin tinggi pendidikan, pengetahuan dan keterampilan keluarga maka makin baik tingkat ketahanan pangan keluarga. Ketahanan pangan keluarga juga terkait dengan ketersediaan pangan, harga pangan, dan daya beli kelurga, serta pengetahuan tentang gizi dan kesehatan

– Pengertian dari remaja adalah suatu tahap antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Masa ini biasanya diawali pada usia 14 tahun pada laki-laki, dan 10 tahun pada perempuan.Pada masa ini remaja mengalami banyak perubahan diantaranya perubahan fisik, menyangkut pertumbuhan dan kematangan organ reproduksi, perubahan intelektual, perubahan bersosialisasi, dan perubahan kematangan kepribadian termasuk emosi. Pada perubahan organ produksi pada perempuan diawali dengan datangnya menstruasi yang pertama kali yang biasa disebut menarche, umumnya terjadi antara usia 10-16 tahun, sedangkan perubahan fisiknya antara lain : bentuk tubuh mulai tampak jelas lekuk-lekuknya, kulit menjadi lebih halus, payudara membesar, suara menjadi lebih nyaring, juga munculnya bulu-bulu halus dibeberapa bagian tubuh. Batasan usia remaja berbeda – beda sesuai dengan sosial budaya setempat. Menurut WHO ( World Healt Organisation) batasan usia remaja adalah 12-24 tahun. Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. Sedangkan masyarakat Indonesia mendefinisikan remaja dengan batasan usia yaitu 10-24 tahun dan belum menikah, dengan pertimbangan karena usia 10 tahun merupakan usia dimana remaja putri mengalami perubahan dalam tubuhnya, tetapi perubahan yang terjadi berbeda-beda pada setiap remaja putri.

1. Karakteristik Remaja

– Siswa atau anak sekolah mempunyai karakteristik mulai mencoba atau mengembangkan kemandirian dan menentukan batasan-batasan atau norma, disinilah variasi individu mulai lebih mudah dikenali seperti pada pertumbuhan dan perkembangan, pola aktivitas, kebutuhan zat gizi, perkembangan kepribadian, serta asupan makanannya. Laju pertumbuhan anak wanita dan pria hampir sama cepatnya sampai pada usia 9 tahun. Selanjutnya, antara 10-12 tahun, pertumbuhan anak perempuan mengalami percepatan lebih dahulu karena tubuhnya memerlukan persiapan menjelang usia reproduksi. Puncak pertambahan berat dan tinggi badan wanita tercapai pada usia masing-masing 12,9 dan 12,1 tahun, sementara pada pria pada 14,3 dan 14,1 tahun

2. Perubahan – perubahan pada remaja

a. perubahan fisik

 – Perubahan fisik yang terjadi pada remaja terlihat nampak pada saat masa pubertas yaitu meningkatnya tinggi dan berat badan serta kematangan sosial.

Diantara perubahan fisik itu, yang terbesar pengaruhnya pada perkembangan jiwa remaja adalah pertumbuhan tubuh (badan menjadi semakin panjang dan tinggi).

Selanjutnya, mulai berfungsinya alat-alat reproduksi (ditandai dengan haid pada wanita dan mimpi basah pada laki-laki) dan tanda-tanda seksual sekunder yang tumbuh .

1) Perubahan fisik pada wanita yaitu:

 pertumbuhan tulang-tulang, badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang, tumbuh payudara.Tumbuh bulu yang  halus berwarna gelap di kemaluan, mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimum setiap tahunnya, bulu kemaluan menjadi kriting, menstruasi atau haid, tumbuh bulu-bulu ketiak.

2) Perubahan fisik pada laki – laki yaitu:

pertumbuhan tulang-tulang, testis (buah pelir) membesar, tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus, dan berwarna gelap, awal perubahan suara, ejakulasi (keluarnya air mani), bulu kemaluan menjadi keriting, pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya, tumbuh rambut-rambut halus diwajaah (kumis, jenggot), tumbuh bulu ketiak, akhir perubahan suara, rambut-rambut diwajah bertambah tebal dan gelap, dan tumbuh bulu dada.

3) Perubahan emosional psikologi

Pada remaja juga terjadi perubahan – perubaha emosi, pikiran, pergaulan, yang dihadapi. Pada masa ini remaj aremaja akan mulai tertarik pada lawan jenis. Bberapa perubahan mental lain yang terjadi adalah berkurngnya kepercayaan diri (malu, sedih, khawatir, dan bingung). Remaja akan lebih senang pergi bersam temnnya daripada tinggal dirumahdan cenderung tidak menurut pada orang tua. Hal ini akan membuat mereka lebih mudah terpengaruh oleh temannya

  • Pada dasarnya perubahan fisik remaja disebabkan oleh kelenjar pituitary dan kelenjar hypothalamus. Kedua kelenjar itu masing-masing menyebabkan terjadinya pertumbuhan ukuran tubuh dan merangsang aktifitas serta pertumbuhan alat kelamin utama dan kedua pada remaja .

B. Pola makan remaja

 Pola makan anak remaja serupa dengan pola makan orang dewasa. Selera makan yang begitu besar selama masa remaja harus dipenuhi dengan makanan yang bergizi baik dan seimbang. Anak remaja yang tumbuh baik dalam lingkungan rumahnya sendiri memilih makanannya dengan bijaksana. Selanjutnya, dia akan mempunyai kebiasaan makan yang baik .

Masa remaja menunjukkan fase pertumbuhan yang pesat yang disebut “ adoleseenee growth spurt”, sehingga memerlukan zat gizi yang relative besar jumlahnya. Bila konsumsi zat gizi tidak ditingkatkan mungkin terjadi defisiensi relative terutama defisiensi vitamin-vitamin. Defisiensi sumber energi dapat menyebabkan tubuh langsing bahkan sampai kurus .

C. Kebutuhan Energi

Kebutuhan energi seseorang adalah konsumsi energi yang berasal dari makanan yang diperlukan untuk menutupi pengeluaran energi seseorang bila seseorang mempunyai ukuran dan komposisi tubuh dengan tingkat aktivitas yang sesuai dengan kesehatan jangka panjang, dan yang memungkinkan pemeliharaan aktivitas fisik yang dibutuhkan secara sosial dan ekonomi.

Kebutuhan anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan. Anak laki-laki lebih banyak melakukan aktivitas fisik sehingga memerlukan lebih banyak energi. Sedangkan aktivitas  perempuan biasanya sudah mulai haid sehingga memerlukan protein dan zat besi lebih banyak.

Berdasarkan zat gizi yang ada di dalam makanan maka makanan dikelompokan menjadi 3 kelompok atau lebih dikenal dengan nama “Tri Guna Makanan”, yaitu:

1) Sumber zat tenaga sebagai “modal” melakukan berbagai aktivitas. Makanan yang mengandung sumber zat tenaga adalah yang mengandung karbohidrat.

2) Sumber zat pembangun untuk pembentukan, pertumbuhan, dan pemeliharaan. Bahan makanan yang mengandung sumber zat pembangun adalah yang mengandung protein, baik yang berasal dari hewani maupun nabati.

3) Sumber zat pengatur untuk mengatur penggunaan zat-zat gizi dalam tubuh. Bahan makanan yang mengandung sumber zat pengatur adalah yang mengandung vitamin dan mineral .

– Kekurangan energi akan menjadikan tubuh mengalami keseimbangan negatif. Akibatnya berat badan kurang dari berat badan seharusnya (ideal). Kelebihan energi akan diubah menjadi lemak tubuh. Ini berakibat terjadi berat badan lebih atau kegemukan. Kegemukan bisa disebabkan oleh kebanyakan makan, dalam hal karbohidrat, lemak maupun protein, tetapi juga karena kurang bergerak.